Switch Career Tanpa Pengalaman: Harus Mulai dari Mana, Sih?

Dua orang switch career yang sedang bekerja
Sumber: unsplash

Switch career sering kali terasa menakutkan, terutama ketika kamu merasa sudah terlalu lama berada di satu posisi dan belum punya pengalaman di bidang lain.

Kekhawatiran harus memulai dari nol membuat banyak orang akhirnya menunda keputusan pindah karier.

Switch career sebenarya tidak selalu berarti mengulang semuanya dari awal. Dengan strategi yang tepat, pengalaman kerja dan skill yang kamu miliki saat ini tetap bisa dikembangkan dan disesuaikan dengan bidang baru yang ingin kamu tuju.

Karena itu, proses ini bisa dijalani dengan lebih terarah dan realistis. Di samping itu, diperlukan pula perencanaan yang disusun secara cermat agar tidak dilakukan secara impulsif.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari langkah-langkah switch career tanpa pengalaman, mulai dari menentukan arah karier hingga mempersiapkan skill yang relevan. Yuk, simak sampai akhir!

Switch Career: Pengertian & Alasan

Switch career dapat diartikan sebagai perpindahan jalur karier dari pekerjaan sebelumnya ke bidang yang berbeda.

Keputusan ini biasanya didasari oleh berbagai alasan, seperti gaji yang kurang sesuai, keinginan mengejar passion, terbatasnya peluang berkembang, atau lingkungan kerja yang tidak mendukung.

Seiring perubahan dunia kerja, switch career kini menjadi pilihan yang semakin umum. Meski begitu, persiapan yang matang tetap dibutuhkan agar proses perpindahan karier berjalan lebih lancar dan minim risiko.

Baca juga: Manfaat dan risiko memilih switch career untuk masa depan

Bagaimana Cara Switch Career Tanpa Pengalaman?

1. Jadikan Switch Career sebagai Prioritas Utama

Jika belum mempunyai pengalaman harus membutuhkan suatu komitmen yang kuat. Oleh sebab itu, menjadikan keputusan ini sebagai fokus utama menjadi hal yang penting.

Proses ini akan memakan waktu, tenaga, dan biaya. Bangun pola pikir bahwa berpindah karier merupakan investasi jangka panjang demi masa depan, bukan keputusan nekat yang patut dikhawatirkan.

2. Tentukan Arah Karier yang Ingin Dituju

Switch career akan jauh lebih efektif jika kamu sudah memiliki tujuan yang jelas. Tentukan industri, posisi, dan lingkungan kerja yang ingin kamu masuki.

Lakukan riset mendalam terkait tren industri, skill yang dibutuhkan, serta karakteristik pekerjaan di bidang tertentu. Dengan begitu, kamu memiliki gambaran konkret mengenai arah perkembangan kariermu.

3. Buat Timeline Rencana Switch Career

Jika tanpa pengalaman akan terasa lebih ringan apabila kamu memiliki timeline yang terstruktur. Beberapa langkah yang bisa kamu susun, antara lain:

  • Riset posisi dan industri yang dituju
  • Identifikasi skill yang dibutuhkan
  • Mengikuti kursus atau sertifikasi
  • Mengambil projek sampingan untuk membangun portofolio
  • Melamar pekerjaan dari posisi entry-level atau tingkat junior

Pastikan setiap langkah memiliki target waktu agar progres bisa dievaluasi secara rutin.

4. Persiapkan Waktu dan Budget Sejak Awal

Switch Career membutuhkan kesiapan waktu dan finansial yang tidak sedikit. Terutama jika kamu perlu mengikuti pelatihan atau kelas tambahan untuk meningkatkan skill baru.

Mengikuti kursus digital atau bootcamp dapat menjadi solusi efektif untuk menutup gap pengalaman. Karena itu, persiapkan budget sejak awal agar proses belajar berjalan lebih fokus dan optimal.

Solusi Cara Switch Career Hingga Sukses

Jika kamu ingin proses switch career berjalan lebih terarah, kamu bisa mendapatkan dukungan dari pihak yang sudah berpengalaman.

Rocket Digital Agency adalah digital & creative agency yang siap membantu pengembangan karier dan bisnis di era digital. Kamu juga bisa meningkatkan skill melalui Rocket Digital Academy, platform online digital learning dengan kurikulum relevan sesuai kebutuhan industri.

Cek kelasnya di Rocket Digital Academy dan mulai perjalanan switch career kamu sekarang.

Baca juga: Skill digital marketing yang wajib dikuasai oleh switch career

Penulis: Karima Tunnisa Al’Fath