Apa Itu Retargeting Ads? Pengertian, Cara Kerja, dan Strategi Meningkatkan Penjualan

retargeting ads adalah
Sumber: Shutterstock

Pernahkah Anda merasa frustrasi karena 96% pengunjung website Anda pergi begitu saja tanpa membeli? Tenang, Anda tidak sendirian. Lalu, apa solusinya? Retargeting ads adalah jawabannya. Strategi ini memungkinkan Anda menjangkau kembali calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat, tetapi belum melakukan konversi.

Untungnya, ada solusi ampuh untuk menjangkau kembali mereka: strategi retargeting ads. Lalu, apa itu retargeting ads sebenarnya? Bagaimana cara kerjanya dan bagaimana strategi tepat untuk meningkatkan penjualan? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!


Apa Itu Retargeting Ads? Definisi dan Konsep Dasar

Secara sederhana, retargeting ads adalah sebuah teknik pemasaran digital yang menargetkan ulang individu yang pernah berinteraksi dengan website atau aplikasi Anda, tetapi belum melakukan konversi (seperti membeli produk atau mendaftar newsletter).

Iklan sepatu yang tiba-tiba muncul di linimasa Instagram Anda setelah Anda mengunjungi toko online sepatu adalah contoh nyata dari iklan retargeting. Studi dari AdRoll bahkan menyebutkan bahwa strategi ini mampu meningkatkan rasio konversi hingga 150%. Ini membuktikan bahwa retargeting adalah investasi yang sangat menguntungkan.


Bagaimana cara kerja strategi ini?

Bagaimana cara kerja retargeting ads sehingga bisa “mengikuti” calon pelanggan Anda? Berikut tahapannya:

  1. Memasang Pixel: Anda menambahkan kode JavaScript (disebut pixel) dari platform iklan seperti Facebook atau Google ke halaman website Anda.
  2. Mengumpulkan Data: Pixel ini akan menambahkan cookie anonim ke browser setiap pengunjung. Cookie ini melacak halaman apa saja yang mereka lihat dan produk apa yang mereka minati.
  3. Segmentasi Audiens: Berdasarkan data tersebut, Anda bisa mengelompokkan pengunjung, misalnya: “pengunjung yang melihat produk A” atau “pengunjung yang meninggalkan keranjang belanja”.
  4. Menampilkan Iklan: Ketika mereka browsing di situs lain atau media sosial, platform iklan akan menampilkan iklan yang relevan sesuai dengan minat mereka.
  5. Analisis dan Optimasi: Anda terus memantau performa iklan, menyesuaikan anggaran, dan menyempurnakan strategi agar hasilnya semakin optimal.

Baca juga: 25+ Pertanyaan Interview Ads Spesialis yang Harus Kamu Kuasai


7 Jenis Retargeting Ads yang Bisa Anda Terapkan

Agar kampanye Anda lebih terarah, pahami 7 jenis retargeting berikut ini:

  1. Pixel Based Retargeting: Metode paling umum menggunakan pixel untuk menampilkan iklan display.
  2. List Based Retargeting: Menargetkan iklan berdasarkan daftar email pelanggan yang sudah Anda miliki.
  3. Search & Display Network (Google Ads): Iklan muncul di hasil pencarian Google atau di situs web mitra Google.
  4. Email Retargeting: Mengirim email pengingat atau penawaran khusus, misalnya untuk menyelamatkan keranjang belanja yang ditinggalkan.
  5. Mobile Retargeting: Mengingat orang Indonesia menghabiskan 5,5 jam per hari di ponsel, ini adalah strategi wajib untuk menjangkau mereka di aplikasi mobile.
  6. Social Media Retargeting: Menampilkan iklan di platform seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, atau X (Twitter).
  7. Dynamic Retargeting: Iklan yang sangat personal, menampilkan produk spesifik yang pernah dilihat pengguna, lengkap dengan harga dan detailnya.

Strategi Meningkatkan Penjualan dengan Retargeting Ads

Memahami apa itu retargeting ads saja tidak cukup. Anda perlu strategi tepat agar kampanye benar-benar mendongkrak penjualan:

  • Segmentasi Audiens Secara Spesifik: Jangan menampilkan iklan yang sama untuk semua orang. Pisahkan audiens yang baru melihat produk dengan mereka yang sudah meninggalkan keranjang belanja.
  • Gunakan Frekuensi yang Tepat: Terlalu sering muncul bisa membuat calon pelanggan merasa terganggu. Atur batas frekuensi iklan (frequency capping) agar tetap efektif.
  • Tawarkan Insentif: Iklan yang menyertakan diskon khusus, gratis ongkir, atau bonus eksklusif akan lebih menarik perhatian.
  • Optimalkan Visual dan Copy: Gunakan gambar produk berkualitas tinggi dan teks iklan yang singkat, jelas, serta mengundang tindakan.
  • Uji Coba Secara Konsisten (A/B Testing): Coba berbagai variasi iklan, lihat mana yang paling berhasil, dan terus kembangkan dari sana.

Baca juga: Jasa Digital Marketing dengan Strategi Kreatif dan Berbasis Data


Siap Tingkatkan Penjualan?

Butuh bantuan menjalankan strategi retargeting ads yang efektif? Tim ahli Rocket Digital Agency siap membantu Anda mengoptimalkan iklan dan meningkatkan konversi. 

Ingin belajar mandiri? Kunjungi Rocket Digital Academy untuk kursus digital marketing online.

Penulis: Berlinda Andini Sisilia