
Brand awareness dan brand image adalah dua elemen krusial yang sering dibahas dalam strategi pemasaran. Sayangnya, keduanya tersebut masih kerap disalahartikan, bahkan dianggap saling bersaing. Padahal, kekuatan sebuah brand justru terbentuk ketika tingkat pengenalan dan persepsi positif berjalan beriringan.
Untuk memahami perbedaannya, mari kita bahas masing-masing konsep secara terpisah. Setelah itu, kita akan melihat bagaimana keduanya saling melengkapi dalam membangun brand yang berkelanjutan.
Definisi Brand Awareness
Brand awareness adalah tingkat sejauh mana sebuah merek dikenali dan diingat oleh konsumen. Dengan kata lain, apakah audiens familiar dengan nama brand kamu? Apakah mereka langsung teringat tanpa bantuan ketika kategori produk tertentu disebutkan?
Konsep top of mind awareness menjadi indikator utama di sini. Misalnya, ketika seseorang ditanya tentang merek teh kemasan dan langsung menyebut satu brand tertentu, itu menandakan brand awareness yang kuat.
Menurut Handi Irawan, pendiri Top Brand Award, brand awareness merupakan pintu masuk brand ke benak konsumen. Tanpa awareness, sebuah brand bahkan tidak memiliki kesempatan untuk dipertimbangkan. Oleh karena itu, membangun brand awareness adalah langkah awal yang tidak bisa dilewatkan.
Definisi Brand Image
Berbeda dengan awareness yang berbicara tentang “dikenal”, brand image berfokus pada “dipersepsikan seperti apa”. Brand image adalah kumpulan asosiasi, emosi, dan penilaian yang terbentuk di benak konsumen terhadap sebuah merek.
Sebagai contoh, ada brand yang diasosiasikan dengan kesan premium dan inovatif, ada pula yang dikenal praktis dan terjangkau. Brand image menjawab pertanyaan penting: “Ketika saya mengenal brand ini, apa makna dan nilai yang saya rasakan?”
Brand image yang positif membuat konsumen lebih percaya, lebih nyaman, dan pada akhirnya lebih loyal terhadap brand.
Baca Juga: Jasa Branding Konten Sosial Media yang Melekat di Audiens
Pengenalan Brand vs Persepsi Konsumen: Mana yang Lebih Berpengaruh?
Idealnya, brand awareness dibangun terlebih dahulu, kemudian diperkuat dengan brand image. Konsumen tidak mungkin membentuk persepsi jika mereka belum mengenal brand tersebut. Oleh sebab itu, awareness adalah fondasi awal.
Namun demikian, awareness saja tidak cukup. Brand yang hanya dikenal tanpa image yang kuat berisiko menjadi “familiar tapi tidak dipilih”. Banyak brand sering muncul di iklan, tetapi gagal membangun kepercayaan karena citranya tidak relevan atau kurang meyakinkan.
Sebaliknya, brand dengan image yang kuat tetapi awareness rendah juga menghadapi tantangan. Meski disukai oleh segmen tertentu, pertumbuhan brand akan terhambat karena minimnya jangkauan.
Brand yang ideal adalah brand dengan awareness tinggi dan brand image positif. Artinya, banyak orang mengenal brand tersebut dan memiliki persepsi yang sesuai dengan nilai serta kebutuhan pasar.
Strategi Branding Efektif Melalui Pengenalan Brand dan Persepsi Konsumen
Berdasarkan berbagai riset branding, brand dengan awareness tinggi dan image kuat cenderung lebih unggul dalam top of mind dan niat beli konsumen. Hal ini terlihat pada berbagai brand besar yang berhasil mempertahankan posisinya di pasar (Contohnya: Apple, Nike, Coca cola, dll).
Awareness membuat brand mudah diingat, sementara brand image membuat brand dipercaya dan dipilih. Kombinasi keduanya memungkinkan brand melakukan ekspansi produk, meningkatkan loyalitas, dan bertahan dalam persaingan jangka panjang.
Kesimpulan
Brand awareness seperti undangan pertama, sedangkan brand image adalah hubungan yang terbangun setelahnya. Undangan bisa dibagikan ke siapa saja, tetapi hubungan hanya bertahan jika ada rasa percaya dan kecocokan.
Oleh karena itu, bangun awareness melalui konsistensi komunikasi dan eksposur yang tepat. Di sisi lain, perkuat brand image lewat pengalaman nyata, storytelling yang relevan, serta nilai brand yang jelas. Dalam dunia branding, dikenal saja tidak cukup brand juga harus dipercaya dan disukai.
Sudah Siap Mengoptimalkan Brand-Mu Bersama Rocket Digital Agency?
Yuk, kunjungi Rocket Digital Agency dan konsultasikan kebutuhan branding bisnismu sekarang!
Saatnya membangun brand yang dikenal, dipercaya, dan dipilih bersama Rocket Digital Agency.
Baca Juga: Inilah 4 Tingkatan Brand Awareness & Cara Meningkatkannya
Penulis: Haliza Itsnawindira