Cost Per Lead dan Cost Per Action: Mirip tapi Tidak Sama

Cost Per Lead (CPL) dan Cost Per Action (CPA) adalah dua metrik penting dalam dunia digital marketing yang digunakan untuk mengukur efektivitas kampanye. Keduanya merupakan bagian dari performance-based marketing—model iklan di mana biaya hanya dibayarkan ketika terjadi hasil atau aksi tertentu, bukan sekadar tayangan.

Jika kamu ingin meningkatkan ROI dan mengambil keputusan pemasaran yang lebih akurat, memahami CPA dan CPL adalah dasar yang wajib dimiliki.


Apa Itu Performance-Based Marketing?

Performance-based marketing adalah metode pemasaran digital di mana pengiklan membayar berdasarkan performa yang nyata, seperti klik, registrasi, download, atau pembelian.

CPL CPA

Dengan pendekatan ini, setiap anggaran iklan diarahkan untuk aktivitas yang benar-benar menghasilkan dampak.

Model ini biasanya melibatkan:

  • Penentuan tujuan kampanye
  • Pemilihan indikator kinerja seperti CPA dan CPL
  • Penggunaan tools analitik untuk memantau dan mengoptimalkan hasil

Karena pembayaran berbasis performa, risiko pemborosan anggaran bisa ditekan secara signifikan.

Baca Juga : Performance Marketing : Apa Itu dan Gimana Cara Kerjanya?


Apa Itu CPA (Cost Per Action)?

CPA (Cost Per Acquisition) adalah metrik yang digunakan untuk menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk mendapatkan satu aksi spesifik. Aksi tersebut dapat berupa pembelian, registrasi, atau download.

Misalnya, jika Anda menghabiskan Rp1.000.000 untuk kampanye dan menghasilkan 40 aksi, maka CPA-nya adalah Rp25.000 per aksi.

Kelebihan CPA

  • Meningkatkan ROI karena pembayaran berbasis hasil
  • Sangat terukur dan relevan untuk bisnis dengan target penjualan langsung
  • Meminimalkan risiko anggaran terbuang

Kekurangan CPA

  • Biaya per aksi cenderung lebih tinggi
  • Membutuhkan tools tracking yang kuat
  • Kadang membatasi jangkauan awareness karena fokus penuh pada konversi

CPA dan CPL: Apa Itu CPL (Cost Per Lead)?

Sementara itu, dikutip dari RevoUpedia CPL (Cost Per Lead) digunakan untuk menghitung biaya mendapatkan satu prospek yang memberikan informasi kontak. Contohnya: user mengisi form, download e-book, atau mendaftar newsletter.

Jika Anda mengeluarkan Rp2.000.000 dan menghasilkan 500 lead, berarti CPL Anda adalah Rp4.000 per lead.

Kelebihan CPL

  • Cocok untuk bisnis yang mengandalkan proses nurturing
  • Lebih mudah dilacak dibanding CPA
  • Biayanya umumnya lebih rendah daripada acquisition

Kekurangan CPL

  • Kualitas lead bisa bervariasi
  • ROI bergantung pada kualitas sales funnel
  • Banyak lead mungkin tidak berkonversi menjadi pelanggan

Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Pemilihan antara CPA dan CPL sebenarnya bergantung pada model bisnis dan tujuan kampanye.

  • Jika Anda ingin mendorong penjualan langsung → CPA lebih ideal
  • Jika fokus Anda adalah membangun database prospek → CPL lebih relevan

Banyak bisnis digital bahkan menggabungkan keduanya dalam strategi funnel yang lebih komprehensif.

cpa vs cpl

Menghitung CPA dan CPL dengan Benar

Cara Menghitung CPA

rumus cpa
  1. Hitung total biaya kampanye
  2. Tentukan jumlah aksi (konversi) yang diperoleh
  3. Gunakan rumus:
    CPA = Total Biaya / Jumlah Aksi

Cara Menghitung CPL

rumus cpl
  1. Hitung seluruh biaya pemasaran
  2. Tentukan jumlah lead yang masuk
  3. Rumus:
    CPL = Total Biaya / Jumlah Lead

Semakin rendah nilai metriks Anda, semakin efisien kampanye yang dijalankan.


Tips Mengoptimalkan Hasil Kampanye

  • Pahami target audiens secara mendalam
  • Optimasi landing page agar konversinya tinggi
  • Gunakan A/B testing untuk menguji/audit elemen kampanye marketing
  • Analisis performa secara rutin
  • Gunakan konten berkualitas
  • Manfaatkan retargeting untuk memaksimalkan potensi konversi

Dengan strategi yang tepat, kedua metrik ini dapat membantu Anda menyusun perencanaan marketing yang jauh lebih efektif.

Baca Juga : Menggunakan Data Analytics untuk Mengoptimalkan Digital Campaign yang Sukses


Ingin Optimalkan CPA dan CPL untuk Bisnismu?

Jika Anda ingin mengelola kampanye digital secara lebih profesional dan berbasis data, Rocket Digital Agency siap membantu. Sebagai digital & creative agency di Indonesia, kami menyediakan layanan:

  • digital advertising
  • performance marketing
  • analytics & conversion optimization

Dan jika Anda ingin mempelajari digital marketing dari dasar hingga mahir, kunjungi Rocket Digital Academy

Penulis : Danedo Rayhan Haq