Application Tracker: Cara Efektif Melacak Proses Lamaran Kerja!

img= Application Tracker: Cara Efektif Melacak Proses Lamaran Kerja!
Sumber: iStock

Application tracker, atau yang juga dikenal sebagai job application tracker, adalah alat bantu yang digunakan pencari kerja untuk mencatat dan memantau semua proses lamaran kerja yang sedang dijalani.

Alat ini biasanya berbentuk spreadsheet sederhana yang berisi informasi penting seperti nama perusahaan, posisi yang dilamar, tanggal apply, hingga hasil interview.

Dengan adanya tracker ini, jobseeker bisa melamar kerja dengan lebih terstruktur dan terorganisir.

Nah, kalau kamu adalah fresh graduate atau jobseeker aktif?

Jika kamu sedang mengirim banyak lamaran kerja setiap hari, penting sekali kamu untuk menggunakan application tracker.

Karena, alat ini bantu kamu mencatat dan memantau setiap progres rekrutmen agar tidak bingung atau melewatkan peluang.

Apa Itu Application Tracker?

Application tracker adalah dokumen yang dirancang untuk mencatat detail proses melamar kerja.

Umumnya berupa file Excel atau Google Sheets yang berisi informasi penting seperti:

  • Nama perusahaan & posisi yang dilamar
  • Tanggal apply, follow up, dan jadwal interview
  • Kontak rekruter atau HR
  • Status lamaran (diterima, ditolak, atau belum ada kabar)
  • Catatan penting dari pengalaman interview
  • Gaji yang ditawarkan & lokasi perusahaan

Kamu juga bisa menambahkan kolom lain sesuai kebutuhan.

Kenapa Harus Pakai Job Application Tracker?

1. Agar Tidak Lupa Riwayat Lamaran

Menurut Career Side Kick, idealnya kamu mengirim 5–10 lamaran kerja per hari.

Kalau dihitung selama seminggu, bisa ada lebih dari 50 lamaran!

Tanpa tracker, kamu bisa lupa pernah apply atau bahkan mengirim lamaran dua kali.

Ini bisa merugikan dan memberi kesan kurang profesional.

2. Persiapan Wawancara Lebih Maksimal

Kamu dipanggil interview tapi lupa detail lowongannya?

Nah, job tracker akan membantumu mengingat siapa yang menghubungi, posisi yang dilamar, hingga alasan kamu tertarik melamar.

Semua informasi bisa langsung kamu lihat sebelum sesi interview.

3. Mudah Melakukan Follow Up

Umumnya, follow up dilakukan maksimal dua minggu setelah interview.

Kalau kamu lupa tanggal interview, bisa-bisa malah tidak follow up atau keliru kirim pesan ke HR.

Dengan tracker, semuanya tercatat rapi dan mudah dicek kapan saja.

4. Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Tracker juga berguna untuk mencatat pelajaran dari proses melamar, kesalahan yang perlu dihindari, feedback saat interview, atau tes yang pernah kamu kerjakan.

Semua itu bisa jadi bekal untuk proses berikutnya.

5. Membuat Thank You Email Lebih Personal

Setelah interview, kirim ucapan terima kasih melalui email bisa memberi kesan positif.

Dengan application tracker, kamu bisa mencatat hal-hal unik dari interview dan menggunakannya untuk menulis pesan yang lebih personal dan berkesan.

Tips Menyusun Application Tracker di Excel

Menurut The Muse, menyusun tracker sangat mudah, cukup dengan Excel atau Google Sheets.

Pastikan:

  • Tambahkan lowongan yang belum dilamar sebagai plan B/C
  • Tulis tanggal kamu menemukan lowongan
  • Update setiap ada perkembangan (interview, follow up, dll)

Kalau kamu baru lulus dan masih bingung mempersiapkan karier, mengikuti pelatihan atau bootcamp bisa jadi langkah awal yang tepat.

Selain menambah skill praktis yang dibutuhkan industri, sertifikat pelatihan juga bisa kamu cantumkan di CV sebagai nilai tambah di mata rekruter.

Salah satu program pelatihan digital terbaik yang bisa kamu ikuti adalah Rocket Digital Academy.

Di sana, kamu bisa belajar langsung dari para praktisi dan mengembangkan keahlian di bidang digital marketing, business development, bahasa inggris, website, desain, hingga data.

Yuk, kunjungi websitenya dan cek jadwal bootcampnya!

Penulis: Meilanda A.P