
Strategi digital marketing adalah fondasi penting bagi bisnis yang ingin menjangkau audiens yang tepat, membangun hubungan jangka panjang, serta mendorong konversi secara berkelanjutan.
Bagi perusahaan B2B, strategi yang tepat bukan hanya memperkuat positioning, tetapi juga membantu menampilkan keahlian industri serta menawarkan solusi yang relevan untuk kebutuhan pasar.
Apa Itu Strategi dalam Digital Marketing?
Strategi digital marketing adalah rencana jangka panjang yang terstruktur untuk mencapai tujuan bisnis melalui berbagai kanal digital. Strategi ini mencakup target audiens, objektif, pesan utama, hingga channel yang digunakan seperti website, media sosial, email, dan mesin pencari.
Pada dasarnya, strategi harus dapat menjawab dua pertanyaan:
- Apa yang ingin dicapai?
- Mengapa tujuan tersebut penting?
Strategi berperan sebagai pondasi besar, sementara eksekusinya dijalankan melalui campaign dan taktik harian.
Perbedaan Strategi, Campaign, & Taktik
• Strategi — Rencana makro jangka panjang yang menjadi landasan semua aktivitas marketing.
• Campaign — Inisiatif jangka waktu tertentu untuk mencapai milestone dari strategi.
• Taktik — Aktivitas rutin seperti posting konten, menjalankan iklan, dan membuat landing page.
Dengan struktur ini, semua aktivitas marketing menjadi selaras dan tidak tumpang tindih.
Seperti Apakah Bentuk Strategi?
Strategi digital marketing yang baik biasanya mencakup empat elemen utama:
1. Goals — Sasaran yang jelas
Contoh: Meningkatkan brand engagement sebesar 25% dalam satu kuartal.
2. Audience — Siapa yang ingin dijangkau
Contoh: Target Gen Z dengan pendekatan konten visual dan storytelling.
3. Budget — Alokasi biaya yang tepat
Contoh: Fokus pada iklan digital & kolaborasi dengan influencer.
4. Metrics — Ukuran performa
Contoh: Engagement rate, CTR, reach, dan sentimen brand.
Elemen-elemen ini membantu perusahaan tetap relevan dan cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
Alat dalam Strategi Digital Marketing 2026
Untuk menjalankan strategi, marketer mengandalkan berbagai levers atau alat bantu, di antaranya:
1. Inbound Marketing
Inbound marketing adalah strategi pemasaran yang fokus menarik calon pelanggan secara alami atau Soft Selling.
Edukasi → percaya → tertarik → beli → loyal
Banyak brand mulai menggunakan teknik ini untuk menarik loyalitas pelanggan. Dengan harapan, audience akan ketergantungan dengan edukasi yang diberikan dan selalu mengingat brand/product yang ditawarkan.
2. Content Marketing
Pada tahun 2026, konten—terutama video dan UGC—sangat memengaruhi keputusan pembelian karena dianggap lebih autentik.
Namun, efektivitasnya tidak hanya ditentukan oleh format, melainkan juga oleh content seeding agar konten menyebar luas di berbagai platform.
3. Website SEO (Search Engine Optimization)
Optimasi website untuk membangun kepercayaan dan reputasi digital di tengah persaingan brand yang semakin padat.
Di tahun 2026, semakin banyak brand bermunculan dengan produk yang mirip. Akibatnya, keputusan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh harga atau promo, tapi oleh siapa yang paling dipercaya.
Bayangkan ada dua toko baju di e-commerce: satu lebih murah tapi minim informasi, satu lagi lebih mahal namun terlihat profesional dan terpercaya. Dalam kondisi tersebut, kebanyakan orang akan memilih toko yang lebih kredibel, meski harganya lebih tinggi.
Di era digital 2026, perilaku konsumen berubah: orang tidak lagi hanya mencari lewat Google, tetapi juga “mencari” lewat media sosial. Instagram dan TikTok telah menjadi discovery channel utama, tempat audiens menemukan brand baru melalui konten, review, dan rekomendasi.
Karena itu, brand yang aktif di media sosial lebih mudah membangun engagement dan relevansi, sementara brand yang pasif berisiko tidak terlihat di tahap awal pencarian pelanggan.
Semua lever ini saling mendukung untuk menghasilkan pertumbuhan yang konsisten.
Cara Menyusun Rencana Pemasaran Digital
Berikut langkah-langkah praktis penyusunan strategi:
1. Tentukan Goals dan Objectives (Gunakan SMART Method)
Langkah pertama dalam menyusun strategi digital marketing adalah menentukan goals yang jelas dan terukur. Dengan metode SMART, kamu dapat memastikan setiap tujuan memiliki arah yang pasti dan relevan dengan kebutuhan bisnis.
Contoh SMART Goals:
Meningkatkan brand awareness sebesar 20% dalam 90 hari melalui konten edukasi & kolaborasi influencer.

• S — Fokus pada peningkatan awareness
• M — Target +20% reach/impression
• A — Berdasarkan historical growth sebelumnya
• R — Selaras dengan tujuan bisnis
• T — Durasi 3 bulan
Baca juga : Metode SMART Goals: Sukses Capai Target dengan Cara Cerdas
2. Tentukan Buyer Persona atau Analisis Pasar
Dalam strategi digital marketing, memahami siapa audiens yang ingin dijangkau sangatlah penting. Buyer persona membantu menentukan pesan, tone of voice, hingga pemilihan kanal yang akan digunakan.
Kumpulkan data seperti:
• Lokasi
• Pekerjaan & pendapatan
• Minat dan kebutuhan
• Masalah utama
Persona memengaruhi gaya komunikasi dan platform yang digunakan.
3. Audit Seluruh Aset Digital
Audit aset digital menjadi fondasi untuk melihat posisi awal sebelum menjalankan strategi digital marketing. Tanpa audit, kamu tidak tahu apa yang harus diperbaiki dan potensi apa yang bisa dimaksimalkan.
Meliputi:
• Mengumpulkan semua URL di website
• Menganalisis konten yang kurang relevan
• Menilai performa SEO & peluang keyword
4. Rencanakan Kapasitas Produksi Konten
Konten adalah motor utama dalam banyak strategi digital marketing. Tanpa perencanaan yang matang, produksi konten bisa tidak konsisten dan hasilnya tidak optimal.
Perhatikan:
• Budget konten
• Tim internal vs outsourcing
• Tools pendukung (Design tools, Kanban tools)
• Timeline campaign
Konten berkualitas lahir dari perencanaan yang rapi.
5. Tentukan KPI yang Tepat
KPI adalah indikator untuk menentukan apakah strategi digital marketing berjalan sesuai harapan. Tanpa KPI, kamu tidak dapat menilai keberhasilan atau melakukan optimasi.
Beberapa contoh KPI yang sering digunakan:
• Conversion rate
• Cost per lead
• Returning visitors
• CTR
KPI membantu menilai apakah strategi yang dijalankan sudah efektif.
Baca Juga : KPI Digital Marketing dan Bagaimana Cara Mengukurnya!
Tingkatkan Strategi Anda di Tahun 2026 Bersama Rocket Digital
Jika bisnis Anda membutuhkan strategi digital marketing yang terukur di tahun 2026, efektif, dan berbasis data, Rocket Digital Agency siap membantu.
🎓 Masih bingung harus ikut bootcamp digital marketing dimana?
Yuk kunjungi Rocket Digital Academy disini kamu bakal belajar dan membuat strategi digital marketing serta dibimbing oleh mentor yang ahli di bidangnya!
Penulis : Danedo Rayhan Haq