Konten Estetik vs Konten Relatable: Mana yang Lebih Disukai Audiens?

Konten Estetik vs Konten Relatable: Mana yang Lebih Disukai Audiens?
Sumber: Freepik

Perkembangan media sosial membuat platform seperti Instagram, TikTok, dan Threads tidak lagi sekadar ruang berbagi foto atau status. Saat ini, media sosial telah menjadi arena kompetitif bagi brand, kreator, dan pelaku bisnis untuk menarik perhatian audiens. Setiap hari, pengguna disuguhi beragam konten, mulai dari visual estetik yang diproduksi secara profesional hingga video sederhana yang terasa autentik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: jenis konten apa yang sebenarnya lebih disukai netizen Indonesia, konten estetik atau konten relatable?

Artikel ini membahas karakter, fungsi, dan kekuatan masing-masing jenis konten, sekaligus menjelaskan bagaimana keduanya dapat dimanfaatkan secara strategis untuk meningkatkan performa media sosial.

Konten Estetik: Visual Profesional yang Menguatkan Branding

Konten estetik berfokus pada kualitas visual yang rapi, konsisten, dan menarik. Produksinya umumnya menggunakan perangkat yang memadai, pencahayaan optimal, serta proses penyuntingan yang terstruktur. Konten jenis ini lazim digunakan oleh brand yang ingin menampilkan citra profesional dan kredibel.

Karakteristik konten estetik meliputi:

  • Visual yang konsisten dan terorganisir
  • Kualitas produksi yang tinggi
  • Komposisi yang dirancang dengan baik
  • Penguatan citra profesional

Konten estetik bekerja sangat baik pada tahap awareness karena visual yang kuat dapat menghentikan pengguna saat melakukan scrolling. Selain itu, konten ini meningkatkan kepercayaan audiens terhadap kualitas produk atau layanan.

Baca Juga: Konten TikTok Tanpa Wajah: Inilah 10 Ide Kreatif Biar Viral

Konten Relatable: Autentisitas yang Membangun Koneksi Emosional

Konten relatable menekankan cerita, pengalaman, dan emosi yang dapat dikenali oleh audiens. Meskipun sering kali diproduksi dengan peralatan sederhana, konten jenis ini memiliki kekuatan pada kejujuran dan relevansinya.

Karakteristik konten relatable meliputi:

  • Penyampaian yang natural dan apa adanya
  • Fokus pada pengalaman atau situasi sehari-hari
  • Bahasa yang mudah dipahami
  • Penekanan pada keterhubungan emosional

Konten relatable sering menghasilkan interaksi yang tinggi karena audiens merasa terwakili oleh cerita yang disampaikan. Hal ini menjadikan konten relatable sangat efektif untuk membangun komunitas dan keterlibatan jangka panjang.

Preferensi Audiens terhadap Konten Estetik dan Konten Relatable

Audiens Indonesia memiliki karakteristik yang cukup unik. Mereka menghargai tampilan visual yang menarik, tetapi pada saat yang sama juga mengutamakan kedekatan emosional.

Peran Konten Estetik dalam Membangun Identitas Brand

  • Menampilkan citra profesional
  • Menarik perhatian awal
  • Menunjukkan kualitas produk

Peran Konten Relatable dalam Meningkatkan Engagement

  • Mendorong interaksi
  • Memperkuat hubungan audiens
  • Menghasilkan lebih banyak komentar dan share

Keduanya memiliki peran penting dan dapat berjalan beriringan dalam strategi konten.

Faktor yang Memengaruhi Audiens dalam Memilih Konten Estetik atau Relatable

  • Relatabilitas lebih berpengaruh dibanding visual sempurna
    Konten sederhana dapat berhasil apabila pesannya kuat dan dekat dengan pengalaman audiens.
  • Interaksi menjadi indikator utama kesuksesan konten
    Konten yang memicu komentar dan percakapan cenderung mendapatkan eksposur lebih tinggi.
  • Konten edukatif diminati
    Audiens Indonesia memiliki ketertarikan tinggi pada informasi yang memberikan nilai.
  • Autentisitas menjadi faktor utama
    Kreator atau brand yang tampil jujur cenderung mendapatkan kepercayaan lebih cepat.

Strategi Menggabungkan Konten Estetik dan Konten Relatable

1. Untuk Brand atau Bisnis

Gunakan konten estetik pada feed atau halaman utama untuk menjaga profesionalitas brand. Sertakan konten relatable pada format seperti Story, Reels, atau konten behind-the-scenes untuk menunjukkan sisi manusiawi brand.

2. Untuk Kreator

Tentukan persona utama dan pastikan konsistensi. Kreator estetik tetap dapat menyisipkan cerita personal, sedangkan kreator relatable tetap dapat mempertahankan kualitas visual tertentu agar konten tetap kompetitif.

3. Untuk Strategi Viralitas

Kombinasi visual menarik dan pesan yang relevan adalah formula efektif untuk meningkatkan peluang viral. Gunakan storytelling yang kuat, pemilihan audio yang tepat, dan ajakan interaksi pada setiap konten.

Kesalahan Umum saat Menggunakan Konten Estetik dan Relatable

  • Terlalu berfokus pada estetika hingga mengabaikan kedekatan dengan audiens
  • Produksi yang terlalu mentah hingga menghilangkan kesan profesional
  • Meniru tren tanpa memahami konteks audiens
  • Mengabaikan kualitas audio
  • Tidak membangun komunikasi dua arah dengan audiens

Baca Juga: 15+ Contoh Konten Menarik (Berbagai Media Sosial)

Kesimpulan

Audiens Indonesia menunjukkan preferensi yang seimbang antara visual yang menarik dan cerita yang autentik. Konten estetik membantu membangun citra profesional dan menarik perhatian, sementara konten relatable menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat serta meningkatkan keterlibatan.

Strategi terbaik adalah menggabungkan kedua pendekatan tersebut secara proporsional. Brand dan kreator perlu memahami karakter audiens, tujuan konten, serta konteks platform yang digunakan. Di tengah banyaknya konten yang ditampilkan secara visual menarik, konten yang autentik dan memiliki relevansi sering menjadi konten yang paling diingat.

Optimalkan Strategi Konten Brand Anda Bersama Rocket Digital Agency

Ingin konten media sosial brand Anda tampil lebih relevan, konsisten, dan berdampak? Rocket Digital Agency siap membantu merancang strategi konten yang menggabungkan visual estetik dan pendekatan relatable agar engagement meningkat secara optimal.

💡 Dapatkan konsultasi GRATIS bersama tim profesional kami untuk membahas kebutuhan konten dan tujuan bisnis Anda.

📞 Hubungi Rocket Digital Agency sekarang dan mulai bangun strategi konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membekas di ingatan audiens. 🚀

Penulis: Izzatul Auliya’